Saturday, November 20, 2010

Update Status Via Tri

RAHMAT berprofesi sebagai penjual mie ayam. Setiap hari banyak orang datang membeli mie ayamnya yang memang terkenal cukup enak. Padahal dia tergolong baru berjualan, baru sekira 1 minggu.

Melihat fenomena ini, Nisa, salah satu pelanggan Mie Ayam Rahmat, sangat penasaran dengan sukses yang dialami oleh Pak Rahmat. Nisa pun mencoba mencari tahu.

"Pak, mie ayamnya satu dong," ujar Nisa.
"Antri dulu ya, mba. Saya masih ada tiga pelanggan lagi," jawab Rahmat.

Nisa terlihat kesal. Pasalnya, dia harus menunggu lama untuk dilayani. Setelah hampir 15 menit menunggu, Nisa pun mendapatkan semangkuk mie ayam di tangannya.

"Ramai banget sih, pak. Padahal kan bapak baru seminggu dagang di sini ya," tanya Nisa memulai interogasinya.

"Iya, neng. Ini gara-gara Facebook," jawab Pak Rahmat.
"Wah, bapak punya Facebook juga ya?" ujar Nisa seraya terkejut dan mata terbelalak.

"Punya dong, neng. Tiap hari saya promosi lewat Facebook. Twitter juga loh," jelas Pak Rahmat.

"Mie Ayam Pak Rahmat, Beli satu gratis baso dua biji. Beli dua gratis pangsit basah dan baso, beli tiga gratis satu mangkok mie ayam. Silakan datang dan rasakan bedanya," Pak Rahmat membacakan status terbaru di akun Facebook dan Twitternya.

Kali ini Nisa tersedak karena terkejut untuk kedua kalinya "Hah? Bapak punya Twitter juga? Boleh saya lihat akunnya, Pak?"

"Wah, harus pake komputer, Neng. Hape saya kan cuma kayak gini," kata Pak Rahmat seraya menunjukkan ponselnya yang berbentuk candy bar dan tidak berwarna pula.

"Loh, kalo hape bapak kayak gitu, gimana update statusnya?" tanya Nisa penasaran.

"Saya tulis lewat SMS, Neng. Trus saya kirim ke Tri," jawab Pak Rahmat.

"Oh, pake kartu operator 3. Hebat juga," duga Nisa.
"Bukan, Neng. Tri itu panggilan sayang buat pacar saya. Namanya Hasna Tri Astuti. Dia kerjaannya jagain warnet 24 jam. Jadi kalo saya mau update status, tinggal kirim SMS ke dia, nanti dia yang gantiin status saya. Sebagai bayarannya, saya kasih mie ayam gratis setiap ketemuan seminggu sekali. Murah banget, kan?" jelas Pak Rahmat.

Nisa yang mendengarnya hanya melongo, bengong, merasa menjadi orang paling bodoh sedunia. Dibodohi oleh seorang tukang mie ayam dan penjaga warnet 24 jam bernama Tri.

Kecanggihan Indonesia 1000 Tahun yang Lalu

Para ahli sejarah meneliti kemajuan teknologi di masa lalu. Objeknya, tiga negara besar yakni, Inggris, Amerika, dan Indonesia.

Di Inggris, pada kedalaman 200 meter ditemukan tembaga. Para ahli berpendapat di Inggris 200 tahun lalu sudah menggunakan kawat tembaga untuk berkomunikasi. (Keren ya.., red)

Di Amerika, ditemukan kaca pada kedalaman 300 meter. Lantas, para ahli-pun mengambil kesimpulan "Berarti 300 tahun lalu, di Negeri Paman Sam sudah menggunakan fiber optic (serat kaca) untuk berkomunikasi," ujar salah satu peneliti, sambil manggut-manggut.

Nah, sekarang giliran Indonesia. Setelah lelah menggali, para ahli tidak menemukan apapun untuk diteliti.

Para peneliti terus menggali hingga kedalaman 1.000 meter. Hasilnya, tetap nihil. Akhirnya, para ahli menarik kesimpulan. Ternyata, Indonesia waktu itu lebih canggih dibandingkan negara manapun. Karena 1.000 tahun yang lalu, Indonesia sudah menggunakan teknologi Wireless.

Tuesday, September 21, 2010

Charge Ponsel Bisa Pake Mulut

SEOUL - Masalah baterai masih menjadi kendala sejumlah pengguna ponsel. Seringkali saat ingin menggunakan ponsel, baterai lemah. Membawa charger pun belum tentu mengatasi masalah, Anda harus mencari sumber listrik untuk mengisi ulang baterai.

Tapi, sejumlah ilmuwan dari Korea Selatan kini mengembangkan sebuah teknologi baru yang memungkinkan seseorang untuk mengisi ulang baterai hanya dengan suara. Semakin sering pengguna melakukan percakapan telepon maka baterai akan terus mengisi.

Saat ini percakapan bisa menghasilkan sekira 60-70 desibel, tapi untuk saat ini diperlukan sekira 100 desibel. Nantinya, energi inilah yang nantinya diubah menjadi energi listrik untuk pengisian baterai. Semakin 'bawel' semakin penuh baterai.

Ilmuwan dari Korea telah mengubah bahan utama lotion kalamin menjadi bahan kecil yang mengubah gelombang suara menjadi listrik.

"Prosesnya sama seperti speaker mengubah sinyal listrik menjadi suara, begitupun sebaliknya mengubah suara menjadi sumber tenaga listrik juga dimungkinka mungkin," kata Dr Young Jun Park, ilmuwan Samsung Advanced Institute of Technology seperti dilansir Discovery, Selasa (21/9/2010).

"Kekuatan suara dapat digunakan untuk berbagai aplikasi baru termasuk mengisi baterai. Selain itu kebisingan di jalan raya juga bisa diubah menjadi sumber energi," tambah Young. 


Sumber : http://techno.okezone.com

Sunday, September 19, 2010

Bukti Kebenaran Mukjizat Nabi Musa



Memang mukjizat yang diberikan kepada para nabi luar biasa hebatnya bahkan diluar nalar manusia. Masih ingatkah teman-teman dengan kisah mukjizat Nabi Musa yang membelah laut merah dengan tongkatnya? Jika salah satu diantara teman-teman yang menganggap kisah tersebut hanya merupakan dongeng belaka, sekarang mari kita simak tulisan yang saya uraikan dibawah ini.

Seorang Arkeolog bernama Ron Wyatt pada ahir tahun 1988 silam mengklaim bahwa dirinya telah menemukan beberapa bangkai roda kereta tempur kuno didasar laut merah. Menurutnya, mungkin ini merupakan bangkai kereta tempur Pharaoh yang tenggelam dilautan tsb saat digunakan untuk mengejar Musa bersama para pengikutnya.
 
Menurut pengakuannya, selain menemukan beberapa bangkai roda kereta tempur berkuda, Wyatt bersama para krunya juga menemukan beberapa tulang manusia dan tulang kuda ditempat yang sama.

Temuan ini tentunya semakin memperkuat dugaan bahwa sisa2 tulang belulang itu merupakan bagian dari kerangka para bala tentara Pharaoh yang tenggelam di laut Merah. Apalagi dari hasil pengujian yang dilakukan di Stockhlom University terhadap beberapa sisa tulang belulang yang berhasil ditemukan,memang benar adanya bahwa struktur dan kandungan beberapa tulang telah berusia sekitar 3500 tahun silam, dimana menurut sejarah,kejadian pengejaran itu juga terjadi dalam kurun waktu yang sama.

     poros roda dari salah satu kereta kuda


Selain itu, ada suatu benda menarik yang juga berhasil ditemukan, yaitu poros roda dari salah satu kereta kuda yang kini keseluruhannya telah tertutup oleh batu karang, sehingga untuk saat ini bentuk aslinya sangat sulit untuk dilihat secara jelas. Mungkin Allah sengaja melindungi benda ini untuk menunjukkan kepada kita semua bahwa mukjizat yang diturunkan kepada Nabi2-Nya merupakan suatu hal yang nyata dan bukan merupakan cerita karangan belaka. Diantara beberapa bangkai kereta tadi, ditemukan pula sebuah roda dengan 4 buah jeruji yang terbuat dari emas. Sepertinya, inilah sisa dari roda kereta kuda yang ditunggangi oleh Pharaoh sang raja.


Sekarang mari kita perhatikan gambar diatas, Pada bagian peta yang dilingkari (lingkaran merah), menurut para ahli kira-kira disitulah lokasi dimana Nabi Musa bersama para kaumnya menyebrangi laut Merah. Lokasi penyeberangan diperkirakan berada di Teluk Aqaba di Nuweiba. Kedalaman maksimum perairan di sekitar lokasi penyeberangan adalah 800 meter di sisi ke arah Mesir dan 900 meter di sisi ke arah Arab. Sementara itu di sisi utara dan selatan lintasan penyeberangan (garis merah) kedalamannya mencapai 1500 meter. Kemiringan laut dari Nuweiba ke arah Teluk Aqaba sekitar 1/14 atau 4 derajat, sementara itu dari Teluk Nuweiba ke arah daratan Arab sekitar 1/10 atau 6 derajat

Diperkirakan jarak antara Nuweiba ke Arab sekitar 1800 meter.Lebar lintasan Laut Merah yang terbelah diperkirakan 900 meter. Dapatkah kita membayangkan berapa gaya yang diperlukan untuk dapat membelah air laut hingga memiliki lebar lintasan 900 meter dengan jarak 1800 meter pada kedalaman perairan yang rata2 mencapai ratusan meter untuk waktu yang cukup lama, mengingat pengikut Nabi Musa yang menurut sejarah berjumlah ribuan? (menurut tulisan lain diperkirakan jaraknya mencapai 7 km, dengan jumlah pengikut Nabi Musa sekitar 600.000 orang dan waktu yang ditempuh untuk menyeberang sekitar 4 jam).

Menurut sebuah perhitungan, diperkirakan diperlukan tekanan (gaya per satuan luas) sebesar 2.800.000 Newton/m2 atau setara dengan tekanan yang kita terima Jika menyelam di laut hingga kedalaman 280 meter. Jika kita kaitkan dengan kecepatan angin,menurut beberapa perhitungan, setidaknya diperlukan hembusan angin dengan kecepatan konstan 30 meter/detik (108 km/jam) sepanjang malam untuk dapat membelah dan mempertahankan belahan air laut tersebut dalam jangka waktu 4 jam!!! sungguh luar biasa, Allah Maha Besar.

Sumber : http://blogneforfree.blogspot.com/2010/03/mukjizat-nabi-musa.html